Mungkin aku salah, karena telah membuat orang lain merasa nggak nyaman dengan aku. Mungkin karena sifatku yang kasar, atau karena gimana. Tapi, aku lebih meyakini kalo ini sebuah kejadian yang tidak aku sukai. Karena aku terabaikan...
Aku nggak bisa nulis jernih untuk menceritakan bagaimana marahku ini... Tapi aku sedang marah besar hari ini. Bahkan akan segera meledak. Daripada meledak, lebih baik aku tulis disini. Mungkin suatu saat akan berguna ketika aku baca lagi.
Sudah dulu... tak bisa juga meneruskan. Karena marah ini betul2 telah membakar hati dan pikiran normalku. Saatnya berhenti. Berhenti. Berhenti dan berhenti. Aku marah, marah dan marah... Tak ingin kuungkapkan karena kemarahan yang diungkapkan hanya akan memperlihatkan segala keburukan. tetapi jika tidak kuungkapkan dada ini serasa mau meledak.
Sudah ach. Aku marah,... marah dan ingin keluar dari amarah ini. tapi dari hari ke hari makin membuncah. Aku ingin keluar dari sini. Keluar. Keluar dan keluar
Senin, 20 Mei 2013
Kamis, 16 Mei 2013
ONE MOMENT
ONE MOMENT THAT I DON'T WANT
ONE MOMENT THAT I WANT
One moment...
I don't wanna do anything
I just wanna sleep and dream
Coz I find all that I want in my dream
I dream, in this day I meet my favorit actor... Jang Geun Suk, with a cute smile and face
One moment...
I don't wanna say anything
Coz U make a bad feel
Not only U, but also U... U... and U
But, It's fine when I sleep and try to dream
And, in my dream, I would found U, Jang Geun Suk
One moment...
I have a greatful day
With all that I want become true
I pray to Alloh
Give me a great day like this, everytime, every moment
But, all beautiful quickly gone
And I must have another one moment, that I can not order
I still pray to U... Give me one moment like this again
One moment...
When I remember all moment that I had..
Paintfull moment, or beautiful moment, or a great moment
I just smile and thankfull that I pass that way..
Alloh, give me one reason to pass that way with always smile and great behave
One moment..
Till death come to me
I wanna give all the best that I can do
Coz, I love my moment...
I love my moment...
I love
Senin, 13 Mei 2013
MAKE A PERFECT DAY TO REMEMBER
MAKE A PERFECT DAY TO REMEMBER
"Masa kecil, masa kanak-kanak... Siapa yang tidak tersenyum bila mengingat masa kecil yang begitu indah. Begitupun masa remaja, siapa yang tidak tersenyum simpul malu-malu mengingat masa itu. Waktu itu,adalah PERFECT DAY TO REMEMBER"
Mungkin akan banyak yang bilang, its imposible to make a perfect day to remember. Tapi, buatku ini harus. Seperti kata Sheila On 7:"Hidup terlalu singkat, untuk kamu lewatkan, tanpa mencoba cintaku". Mari kita jabarkan bersama, apa sebenarnya yang kumaksud dengan make a perfect day to remember. (Sok ciyus banet ye,,,... hehehe. Namanya juga Diary... terserah bagaimana hati ini ingin mencurah... hehehe).
Make a perfect day to remember. Membuat hari yang sempurna untuk di ingat. Waktu adalah sesuatu yang tak bisa diulang di dunia ini. Detik, menit, jam dan hari itu akan berlalu begitu saja, seperti biasanya. Kemarin sepertinya baru sebentar berlalu... dan sekarang akan segera hilang. Ada yang bisa mengembalikan waktu yang telah berlalu??? Aku yakin banyak yang tahu pasti itu tidak mungkin. Yang ada cuman di film-film doang. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah tidak menyia-nyiakan waktu. No time to waste. So, aku selalu ingin dan berusaha, membuat setiap detik, menit, jam dan hari itu menjadi sesuatu yang akan kukenang. Aku ingin, butuh waktu yang lama untuk mengingat satu hari yang telah kulalui. Dengan senyum tentunya... dan syukur karena telah di beri hari yang begitu bermakna. Itulah yang ku maksud dengan PERFECT.
Bukan berarti aku harus jadi PERFECT untuk itu, karena itu hanya akan menghabiskan waktu untuk memikirkan bagaimana aku harus berbuat yang PERFECT. PERFECT atau kesempurnaan itu hanya milik Alloh swt. Agar hari menjadi perfect, aku hanya cukup melakukan hidup dengan hati. Mengikuti kata hati. Cukup berkata, ikuti kata hatimu. Manusia dibekali naluri yang bersih, penuh kasih, penuh sayang. Maka tebarkanlah cinta di setiap hari yang kita lalui. Maka berbuatlah yang indah di setiap harimu, maka its a PERFECT DAY TO REMEMBER.
Nggak nyangkal kalo tiap hari kita dihadapkan pada permasalahan. Sehingga kadang kita bilang hari ini berat banget yaaa. Hari ini jadi nggak PERFECT lagiii, dech. Hehehe... Hidup bukanlah sesuatu yang kita lihat dari satu titik saja. Hidup adalah proses. Berusahalah terus menggunakan hati yang bersih untuk mencoba memecahkan masalah dan menghadapinya. Seberat apapun itu. Mungkin, hasil akhir kita memecahkan masalah tidak indah, tidak seperti apa yang kita inginkan. Tapi, proses dan hikmah dari setiap peristiwa akan memperkaya kita. Dan, yakinlah, suatu saat kita akan bersyukur karena pernah menghadapi masalah, pernah membuat sebuah penyelesaian, dan berhasil mendapatkan pembelajaran. Itulah PERFECT DAY TO REMEMBER. Jadi, jangan menyerah untuk menjadi pribadi yang indah, pribadi yang penuh cinta, dan selalu membaginya setiap hari. Jangan lupa... untuk menjadi seperti itu butuh hari-hari yang tidak cukup dengan 365 hari... mungkin lebih, mungkin butuh seumur hidup. But, selalu membuat sebuah catatan penting dalam hati untuk selalu kau kenang adalah proses yang seharusnya dijalani. Sehingga waktu demi waktu adalah pembelajaran yang tiada henti. Jadikan hari kemarin sebagai pembelajaran untuk hari ini. Dan berusalah membuat hari ini sebagai hari yang sempurna untuk kau kenang di kemudian hari. It's PERFECT DAY TO REMEMBER. Love a little minute that you have, don't waste time, .. coz time never come back.
Ini sekedar coretan untuk memulai hari. Sangat penting bagiku sebagai pengingat bahwa aku bukanlah PERFECTMAN, tapi aku punya cita-cita yang sangat tinggi MAKE A PERFECT DAY TO REMEMBER.
Kamis, 09 Mei 2013
HOPE
Make A Hope For My Life
(Kenangan Bersama Almarhumah Mbak Erly (Risya Erista--Nama Facebooknya))
"Getirnya hidup memang bukanlah hal yang mestinya membuat kita mundur membuat langkah. Karena langkah yang kita jalani pun tak tahu kapan akan berakhir"
Tahun 2012
Awal kali bertemu dengan seorang ibu yang seumuran denganku, bertubuh mirip denganku alias gendut, adalah sesuatu yang kemudian kusadari memberi nilai istimewa buatku. Mbak Erly semula hanya kukenal sebagai seorang teman biasa dalam sebuah komunitas yang kuikuti. Orangnya aktif, banyak ide, cerdas, dan ... maaf sedikit cerewet dan sepertinya bukan pendengar yang baik, serta sok kenal dan sok akrab. Maaf... ini penilaian awalku yang tentu saja dari waktu ke waktu berubah menjadi lebih baik.
PazMing Temanggung... sebuah ajang pasar kaget setiap hari minggu di wilayah Temanggung membuat kita semakin dekat. Sebagai sesama pedagang, kita jadi sering banget bertemu, sering banget ngobrol, dan sering banget bercanda gila. hahaha... aku mesti tertawa jika mengingat lontaran-lontaran cerdasmu ya ngocol habis. Mulailah kita saling berteman di facebook, nama facebookmu Risya Erista. Mulailah aku tahu, betapa gokil statusmu. Statusmu seperti orang kurang kerjaan, statusmu seperti anak alay belasan tahun yang sedang jatuh cinta, statusmu seperti seorang yang sedang merajuk dan berduka. Tapi, kamu selalu tulis statusmu dengan gaya gokil abis. Teman2 mu ternyata gokil abis juga, coment2nya nggilani seperti statusmu.
Waktu demi waktu...
Mulailah hidupku penuh kisahmu, yang sungguh kuakui membuat aku banyak bersyukur. Tabir hidup terbuka, siapa sebenarnya dirimu, yang membuat luntur penilaian negatifku tentangmu, dan terus ingin merangkulmu sebagai seorang sahabat, kakak, dan ibu. Salah satu yang paling ku kenang dan ingin ku bagi dengan yang lain adalah keinginanmu untuk hidup lebih baik, lebih maju, dan seember besar cita-citamu di tengah keterbatasamu. Kenapa kusebut keterbatasan? Pertama. Kamu, seorang single mother dengan 2 orang putra putri yang menjelang remaja... Tasya (Puput) dan Tera. Dan harus pula mengurus ayahanda yang manja... Hehehe, begitu kau selalu bercerita, si ayah nih, kalo nggak di siapin makan, nggak makan. Disiapin pun harus sudah di ambilin di piring, disendokin sayur dan lauknya. Susahnya kalo pas lauk ikan, harus dilepasin dulu dari durinya. hehehe... Suatu hari, karena kamu banyak kerjaan, si ayah di beliin kupat tahu dan masih dalam bungkusan. Dan kamu nggak sempet nungguin Si ayah makan, dan alhasil. Si ayah cuma makan ketupatnya, tanpa sayuran pa lagi bumbunya. hehehe... Kamu tepok jidat.
Keterbatasan kedua, kamu memiliki buanyak penyakit, diabetes, sakit di ususmu, pernah stroke, ada myom di rahimmu.... Ah banyak banget sih. Tapi, kamu tetep selalu gembira dan semangat. Bahkan ketika kamu mencoba hidup sehat ala Herbalife, kau begitu inspiratif. Berat badanmu turun. Berapa ya mbak... 20 kg ya? dan kau merasa lebih baik. Bahkan lebih sehat. Mata kananmu yang semula akan tertutup karena pernah stroke, menjadi melek sama ukuran dengan yang satu. Dan wajahmu lebih cerah. Dengan antusias tinggi, kau pun ikut menjadi salah satu konsultan herbalife.
Kantin Kartini mu di depan SMA 1 Temanggung, sangat asyik buat nongkrong dan ngobrol ya. Beberapa waktu sebelum engkau pergi, kita sempet ngobrolin soal Popeye mu... Hehehe, kamu abis di lamar ma Popeye mu yang belum sempet kau ceritakan ke aku, belum sempet pula aku melihat wajahnya. Tapi,... kisahmu yang satu ini pun menggambarkan bebanmu yang sangat berat. Setelah sekian lama menjadi single parent, ada seorang pria yang ingin menjadi pendampingmu, tapi sayang beliau ada di Kalimantan, dan lagi-lagi... bagaimana dengan si Ayah? Si Ayah nggak mau di tinggal dan nggak mau pula di ajak. Entahlah, penyelesaian apa yang harus kau ambil untuk mengatasi ini.
Ayah... selalu si Ayah. Kamu harus sering berbohong ketika harus pergi ke suatu tempat yang jauh untuk mencari nafkah. Suatu ketika, begitu kisahmu... kamu harus ke Jogja, dan aku tahu... kamu temennya Valentino Rossi... hehehe... tukang ngebut. Dan setiap waktu, kamu harus berbohong, setiap sms si Ayah... kamu bilang baru sampe Magelang, padahal kamu dah nongkrong lama di Jogja. Trus kamu bilang masih di Jogja, padahal kamu dah nongkrong di Cafemu. Itu semua karena si Ayah tidak ingin kamu ngebut2. Hehehe,...
Cita2mu bersamaku adalah mengembangkan Cafe Kartinimu menjadi tempat nongkrong yang asyik. Depan Cafe, tengah pakaian dan asesoris, dan belakang konsultan Herbalife... bersama Aria Handi Silvianti... salah satu teman dan sahabat nongkrong kami. Kamu sering sebut kita... aku dan kamu adalah Si Gendut Insyaf... hehehe.
Semua belum tercapai ya mbak, karena tiba2 kau pergi meninggalkan kami. Sakitmu cuma sebentar,... Jatuh di depan kamarmu menjelang subuh dan di larikan ke rumah sakit. Pendarahan otak katanya, dan kau menghembuskan nafas terakhirmu di sana.
Putrimu... putrimu Tasya... sungguh dia sangat dewasa menghadapi kepergianmu. Dia kuat, sungguh aku yang tak sanggup melihatnya. Mbak Erly, meski cuma sebentar aku mengenalmu, tapi... kamu sungguh membuat aku bersyukur atas keadaanku sendiri yang jauh lebih baik darimu. Kamu yang begitu banyak keterbatasan saja, berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan cita2mu dan tak pernah menunda. Meskipun aku tahu, belum satupun cita-citamu yang tercapai, karena waktu telah membatasimu. Tapi itu menyadarkanku, bahwa aku bisa... aku bisa... dan aku harus melakukannya. Sekarang. Besok, siapa tahu sang Khalik memanggilku.
Keterbatasan kedua, kamu memiliki buanyak penyakit, diabetes, sakit di ususmu, pernah stroke, ada myom di rahimmu.... Ah banyak banget sih. Tapi, kamu tetep selalu gembira dan semangat. Bahkan ketika kamu mencoba hidup sehat ala Herbalife, kau begitu inspiratif. Berat badanmu turun. Berapa ya mbak... 20 kg ya? dan kau merasa lebih baik. Bahkan lebih sehat. Mata kananmu yang semula akan tertutup karena pernah stroke, menjadi melek sama ukuran dengan yang satu. Dan wajahmu lebih cerah. Dengan antusias tinggi, kau pun ikut menjadi salah satu konsultan herbalife.
Kantin Kartini mu di depan SMA 1 Temanggung, sangat asyik buat nongkrong dan ngobrol ya. Beberapa waktu sebelum engkau pergi, kita sempet ngobrolin soal Popeye mu... Hehehe, kamu abis di lamar ma Popeye mu yang belum sempet kau ceritakan ke aku, belum sempet pula aku melihat wajahnya. Tapi,... kisahmu yang satu ini pun menggambarkan bebanmu yang sangat berat. Setelah sekian lama menjadi single parent, ada seorang pria yang ingin menjadi pendampingmu, tapi sayang beliau ada di Kalimantan, dan lagi-lagi... bagaimana dengan si Ayah? Si Ayah nggak mau di tinggal dan nggak mau pula di ajak. Entahlah, penyelesaian apa yang harus kau ambil untuk mengatasi ini.
Ayah... selalu si Ayah. Kamu harus sering berbohong ketika harus pergi ke suatu tempat yang jauh untuk mencari nafkah. Suatu ketika, begitu kisahmu... kamu harus ke Jogja, dan aku tahu... kamu temennya Valentino Rossi... hehehe... tukang ngebut. Dan setiap waktu, kamu harus berbohong, setiap sms si Ayah... kamu bilang baru sampe Magelang, padahal kamu dah nongkrong lama di Jogja. Trus kamu bilang masih di Jogja, padahal kamu dah nongkrong di Cafemu. Itu semua karena si Ayah tidak ingin kamu ngebut2. Hehehe,...
Cita2mu bersamaku adalah mengembangkan Cafe Kartinimu menjadi tempat nongkrong yang asyik. Depan Cafe, tengah pakaian dan asesoris, dan belakang konsultan Herbalife... bersama Aria Handi Silvianti... salah satu teman dan sahabat nongkrong kami. Kamu sering sebut kita... aku dan kamu adalah Si Gendut Insyaf... hehehe.
Semua belum tercapai ya mbak, karena tiba2 kau pergi meninggalkan kami. Sakitmu cuma sebentar,... Jatuh di depan kamarmu menjelang subuh dan di larikan ke rumah sakit. Pendarahan otak katanya, dan kau menghembuskan nafas terakhirmu di sana.
Putrimu... putrimu Tasya... sungguh dia sangat dewasa menghadapi kepergianmu. Dia kuat, sungguh aku yang tak sanggup melihatnya. Mbak Erly, meski cuma sebentar aku mengenalmu, tapi... kamu sungguh membuat aku bersyukur atas keadaanku sendiri yang jauh lebih baik darimu. Kamu yang begitu banyak keterbatasan saja, berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan cita2mu dan tak pernah menunda. Meskipun aku tahu, belum satupun cita-citamu yang tercapai, karena waktu telah membatasimu. Tapi itu menyadarkanku, bahwa aku bisa... aku bisa... dan aku harus melakukannya. Sekarang. Besok, siapa tahu sang Khalik memanggilku.
Langganan:
Komentar (Atom)